![]() |
| Sumber Photo https://pesona.travel/keajaiban/2744/tugu-khatulistiwa-fenomena-alam-di-titik-nol-derajat |
Pontianak
merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat, salah satu Provinsi yang ada di
Indonesia. Kota Pontianak dikenal juga dengan sebutan “Khun Tien”
dalam bahasa Tionghoa dalam aksara Jawi Khuntîen
(كوتا ڨونتيانك). Kota Pontianak
dikenal dengan Kota Khatulistiwa sebab di lewati oleh Garis Khatulistiwa dengan
letak posisi pada koordinat 00 02’24” LU-005’37” LS dan10916’25 BT - 10923’04 BT.
Dengan batas kota, Sebelah Utara : Berbatasan
dengan Kecamatan Siantan (Desa Wajok Hulu) Kecamatan Sungai Ambawang (Desa
Kuala Ambawang, Desa Mega Timur & Desa Jawa Tengah), Sebelah Selatan : Berbatasan
dengan Kecamatan Sungai Kakap (Desa Punggur Kecil), dan Kecamatan Sungai Raya
Kab. Kubu Raya, Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Sungai
Ambawang (Mega Timur dan Ambawang Kuala) dan Sungai Raya (Kapur dan Sungai
Raya) Kab. Kubu Raya, Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Sungai
Kakap (Sungai Rengas) Kab. Kubu Raya dan Siantan (Wajok Hulu) Kab. Pontianak, Sebelah
Tenggara : Berbatasan dengan Kecamatan Sungai Kakap dan Sungai Raya (Desa
Punggur Kecil) Kab Kubu Raya, Kecamatan Pontianak Timur dan Selatan.
Berbicara
tentang Pontianak sebagai kota khatulistiwa rasanya kurang lengkap jika teman-teman
atau sahabat lover tidak berkunjung ke Tugu Khatulistiwa secara langsung . Tugu
yang terletak di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara tepatnya di Siantan
sebagai tonggak garis ekuator yang di bangun pada tahun 1928 oleh seorang
seorang ahli geografi yang berasal dari Belanda. Tugu yang dibangun dengan
empat tahap. Tugu pertama dibangun pada 1928 berbentuk tonggak dan anak panah.
Pada 1930, bentuknya disempurnakan dengan menambahkan lingkaran dan anak panah.
Kemudian pada 1938, tugu kembali disempurnakan.
Hingga pada 1990, Tugu Khatulistiwa kembali direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli. Pada proses ini, bangunan juga dibuatkan duplikat tugu dengan tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu aslinya. dan diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat saat itu, Parjoko Suryokusumo pada 21 September 1991. Setiap 2 tahun sekali tepatnya tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September matahari siang akan berada tepat diatas kepala anda, sehingga membuat tugu dan benda disekitarnya tidak memiliki bayangan. Dan menjadikan udara akan lebih panas pada saat itu. Peristiwa tersebut juga disebut juga titik kulminasi matahari.
Hingga pada 1990, Tugu Khatulistiwa kembali direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli. Pada proses ini, bangunan juga dibuatkan duplikat tugu dengan tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu aslinya. dan diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat saat itu, Parjoko Suryokusumo pada 21 September 1991. Setiap 2 tahun sekali tepatnya tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September matahari siang akan berada tepat diatas kepala anda, sehingga membuat tugu dan benda disekitarnya tidak memiliki bayangan. Dan menjadikan udara akan lebih panas pada saat itu. Peristiwa tersebut juga disebut juga titik kulminasi matahari.
Fenomena
alam inilah yang kemudian menjadikan Tugu Khatulistiwa menjadi lokasi wisata
yang menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan atau pelancong yang
berkunjung ke Kota Pontianak. Untuk memeriahkan fenomena ini, pemerintah
setempat mengadakan Festival Kulminasi yang dijadikan agenda Pariwisata Nasional.
Festival Kulminasi dimulai sejak beberapa hari sebelumnya dengan parade serta
acara hiburan lainnya.
Dari
segi iklim Kota Pontianak hampir sama dengan iklim kota-kota yang ada di
Indonesia, yaitu beriklim tropis yang terbagi menjadi 2 (dua) bagian musim
penghujan dan musim kemarau. Dengan rata-rata suhu udara di Kota
Pontianak mencapai 26,10 C – 27,4 0 C dengan kelembaban udara berkisar antara
86 % - 92 %. Suhu udara yang tidak terlalu panas menjadikan kota pontianak sebagai
kota yang cukup menyejukkan. Sebagai kota yang dilewati garis khatulistiwa
menjadikan kota pontianak sebagai kota yang punya ikon tersendiri dibandingkan
dengan kota-kota yang ada di Indonesia. Tentunya ini menjadi kebanggaan bagi
masyarakat pontianak. Bagi para pelancong atau wisatawan yang mau berkungjung
ke Tugu Khatulistiwa silahkan Klik Link Ini, atau Klik Google Maps di bawah ini.

0 komentar:
Posting Komentar