Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Sabtu, 14 Desember 2019

Keraton Kadariah Pontianak

akhidedy.blogspot.com
Inframe : Sitimaulida

Keraton Kadariah adalah istana Kesultanan Pontianak yang dibangun pada dari tahun 1771 sampai 1778 masehi. Keraton ini berada di dekat pusat Kota Pontianak, Kalimantan Barat. sebagai cikal-bakal lahirnya Kota Pontianak, Keraton Kadariah menjadi salah satu objek wisata sejarah. Dalam perkembanganya, keraton ini terus mengalami proses renovasi dan rekrontuksi hingga menjadi bentuk yang sekarang ini. (https://id.wikipedia.org) Bangunan yang bernuasa arsitektur melayu, yang didominasi oleh warna kuning dan sedikit polesan warna hijau ini menjadi ciri khas dari keraton kadariah.  Selain sebagai bangunan bersejarah yang mempunyai nilai peradaban,  keraton kadariah menjadi salah satu objek wisata yang wajib untuk di kunjungi oleh para wisatawan yang datang ke kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Keberadaan Keraton Kadariah tidak lepas dari sosok Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadrie (1738-1808), yang merupakan Sultan Pertama Kesultanan Pontianak. Beliaulah yang menjadi cikal bakal terbangunnya Keraton Kadariah. Awal mula pembangunan Keraton Kadariah dimulai pada tahun 1771 M dan selesai pada tahun 1778 M.  Sejarah mencatat bahwa pada tahun tersebut telah terjadi 2 bangunan berupa Masjid Jami’ dan Keraton Kadariah serta dibukanya hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar untuk tempat tinggal. Sebagai seorang Syarif atau Sayyid, sekaligus sultan Sayyid Abdurrahman tentunya menerapkan sistem islam dalam segi pemerintahannya sebagai seorang Sultan. 

Dari segi usia Keraton Kadariah kira-kira sudah  berusia ± 3 abad dengan  komplek bangunan yang megah yang berdiri di tepi sungai kapuas. Memiliki ukuran sekitar 30 x 50 meter, bangunan istana terdiri atas 3 tingkat dan hal inilah yang menjadikannya sebagai istana terbesar yang dimiliki Kalimantan Barat. 

Inframe : Sitimaulida
Di dalam Keraton sendiri banyak sekali benda-benda bersejarah yang terssimpan. Seperti Al-Qur’an yang sudah berumur lebih dari 2 (dua) abad yang merupakan tulisan tangan Sultan Abdurrahman, Tempayan, Baju Kesultanan, Tombak Penobatan, Cermin Seribu, Silsilah Kerajaan, Lambang Burung Garuda yang merupakan simbol pancasila, dan masih banyak benda-benda bersejarah lainya. Benda-benda ini tentu menjadi nilai jual bagi keraton sebab akan mengundang rasa penasaran bagi para wisatawan yang datang benkunjung baik untuk meneliti atau hanya sekedar melihat-lihat.

Selain mengandung nilai-nilai wisata, keraton kadariah juga mengandung nilai-nilai mistis juga lho. Apabila seorang wisatawan datang ke kota pontianak namun ia belum menginjakkan kakinya di keraton, maka ia belum berkunjung ke pontianak. Nilai mistis semacam ini tentunya sudah menjadi kepercayaan secara turun temurun bagi masyarakat pontianak terutama bagi warga atau masyarakat yang tinggal di daerah keraton itu sendiri. Jika kita melihat dari nilai wisata tentunya hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang datang ke kota pontianak.

Keraton Kadariah juga menyediakan fasilitas bebas kunjung lho untuk para wisatawan, atau pelancong yang ingin belajar sejarah atau hanya sekedar melihat-lihat barang-barang peninggalan raja. Asalkan jam berkunjung tersebut tidak mengganggu waktu istirahat raja atau pun penjaga di keraton tersebut. Sebaiknya saat melakukan kunjungan teman-teman atau para wisatan mengadakan janji terlebi dahulu, agar saat kunjungan tema-teman juga bisa bertemu dengan raja secara langsung dan bertanya banyak hal terkait dengan Keraton. 

Nah, kita sebagai warga pontianak patut bangga dong. Adanya Keraton Kadariah menjadikan kota pontianak sebagai salah satu kota yang memiliki peradaban. Pesan dari penulis mari kita jaga Keraton Kadariah dengan kita mempelajari serta melestarikan budaya keislaman  disana. Untuk teman-teman yang belum pernah berkunjung ke Keraton, segera ajak keluarganya  untuk menyempatkan diri  merasakan nuasa sejarah disana. Jangan sampai menyesal lho... melewatkan kesempatan emas ini.


0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib