Jawaban terindah pada pemfitnah: “Jika kau
benar, semoga Allah mengampuniku. Jika kau keliru, semoga Allah mengampunimu.”
Jawaban terbaik pada penghina dan pencela kehormatan: “Yang kaukatakan tadi sebenarnya adalah pujian; sebab aslinya diriku lebih mengerikan.”
Jawaban teragung pada
caci maki dan kebusukan: “Bahkan walau ingin membalas, aku tak kuasa. Sebab aku
tak punya kata-kata keji dan nista.”
Terjawablah
pujian: “Moga Allah ampuni aib yang tak kautahu; tak menghukumku sebab
sanjungmu; dan jadikanku lebih baik dari semua itu.”
Jawaban termulia pada
yang memuji: “Semoga Allah ampuni yang tak kau ketahui, semoga doamu membaikkan
diriku dan dirimu.”
Sungguh kumpulan kicauan
@salimafillah “Menyimak Kicau Merajut Makna” ini adalah sekadar yang tercatat untuk
direnungi. Terutama oleh pengicaunya. Dan jika Shalihin dan Shalihat pembaca
berkenan membersamai muhasabahnya, alangkah bahagia dalam syukur hati kami ini.
Moga apa yang Shalihin dan Shalihat renungi dari kumpulan kicauan ini
mengilhamkan amal shalih yang kami pun tak terhalang dari pahalanya, menjadi
bekal menghadap Allah 'Azza wa Jalla.
itulah sekilas dari Resensi buku Ustadz Salim Afillah yang ana kutip dari goodreads.com
buku ini awalnya aku
pinjam dari teman Ukhty Agustin, alhamdulillah bacanya belum khatam
hahahaha......
menrik pembawaan dari
ustadz Salim Afillah beliau ahli dalam memadukan kata-kata menjadi sebuah
kalimat. Buku ini cocok untuk kalangan muda yang lagi Galau

0 komentar:
Posting Komentar